Smartblog

Jumat, 13 April 2012

Mengapa Remaja INgin Memiliki Pasangan?



"Cewekmu anak mana?" itulah kata yang sering di lontarkan para remaja jika bertemu dengan kawan lamanya.Mungkin bagi mereka yang sudah mempunyai pasangan, ia akan menjawab dengan bangganya dan menceritakan asal dan perguruan tinggi dari pacarnya tersebut. Namun bagi mereka yang belum mempunyai pacar, pertanyaan semacam itu merupakan pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawabnya dan bahkan terkadang ada pula yang berusaha berbohong dengan mengaku-ngaku sudah punya pacar. Bagi sebagian remaja, pacar merupakan suatu hal yang esensi dalam kehidupannya, bahkan banyak pula yang sampai melakukan hal-hal yang nekad seperti bunuh diri hanya dikarenakan putus dengan pacarnya.
Meski tak semua begitu, namun setidaknya hal tersebut merupakan fenomena yang sering kita temui dalam keseharian remaja dewasa ini.

Berikut ini merupakan dampak positif dan negatif yang saya kutip dari wartawarga.gunadarma.ac.id (2012) :
1.   Prestasi Sekolah
Bisa meningkat atau menurun. Di dalam hubungan pacaran pasti ada suatu permasalahan yang dapat membuat pasangan tersebut bertengkar. Dampak dari pertengkaran itu dapat mempengaruhi prestasi mereka di sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka.
2.   Pergaulan Sosial
Pergaulan bisa tambah meluas atau menyempit. Pergaulan tambah meluas, jika pola interaksi dalam peran hanya berkegiatan berdua, tetapi banyak melibatkan interaksi dengan orang lainnya (saudara, teman, keluarga, dan lain-lain).
Pergaulan tambah menyempit, jika sang pacar membatasi pergaulan dengan yang lain (tidak boleh bergaul dengan yang lain selain dengan aku).
3.   Mengisi Waktu Luang
Bisa tambah bervariatis atau justra malah terbatas. Umumnya, aktivitas pacaran tidak produktif (ngobrol, nonton, makan, dan sebagainya), namun dapat menjadi produktif, jika kegiatan pacaran diisi dengan hal-hal seperti olah raga bersama, berkebun, memelihara binatang, dan sebagainya.
4.   Keterkaitan Pacaran dengan Seks
Pacaran mendorong remaja untuk merasa aman dan nyaman. Salah satunya adalah dengan kedekatan atau keintiman fisik. Mungkin awalnya memang sebagai tanda atau ungkapan kasih sayang, tapi pada umunya akan sulit membedakan rasa sayang dan nafsu. Karena itu perlu upaya kuat untuk saling membatasi diri agar tidak melakukan kemesraan yang berlebihan.
5.   Penuh Masalah Sehingga Berakibat Stres
Hubungan dengan pacar tentu saja tidak semulus diduga, jadi pasti banyak terjadi masalah dalam hubungan ini. Jika remaja belum siap punya tujuan dan komitman yang jelas dalam memulai pacaran, maka akan memudahkan ia stres dan frustasi jika tidak mampu mengatasi masalahnya.
6.   Kebebasan Pribadi Berkurang
Interaksi yang terjadi dalam pacaran menyebabkan ruang dan waktu untuk pribadi menjadi lebih terbatas, karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk berduaan dengan pacar.
7.   Perasaan Aman, Tenang, Nyaman, dan Terlindung
Hubungan emosional (saling mengasihi, menyayangi, dan menghormati) yang terbentuk ke dalam pacaran dapat menimbulkan perasaan aman, nyaman, dan terlindungi. Perasaan seperti ini dalam kadar tertentu dapat membuat seseorang menjadi bahagia, menikmati hidup, dan menjadi situasi yang kondusif baginya melakukan hal-hal positif
Terlepas dari setuju atau tidaknya anda terhadap pacaran, semua kembali kepada diri kita masing-masing karena hidup merupakan sebuah pilihan. Tak ada pilihan yang salah karena semua memiliki konsekuensi masing. Namun, pilihan yang terbaik adalah pilihan yang mempunyai dasar yang kuat baik dari segi hukum, moral, agama dan lainnya. Pilihan yang terburuk adalah pilihan yang hanya berdasar pada nafsu belaka.