"Cewekmu anak mana?" itulah kata yang sering di lontarkan para remaja jika bertemu dengan kawan lamanya.Mungkin bagi mereka yang sudah mempunyai pasangan, ia akan menjawab dengan bangganya dan menceritakan asal dan perguruan tinggi dari pacarnya tersebut. Namun bagi mereka yang belum mempunyai pacar, pertanyaan semacam itu merupakan pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawabnya dan bahkan terkadang ada pula yang berusaha berbohong dengan mengaku-ngaku sudah punya pacar. Bagi sebagian remaja, pacar merupakan suatu hal yang esensi dalam kehidupannya, bahkan banyak pula yang sampai melakukan hal-hal yang nekad seperti bunuh diri hanya dikarenakan putus dengan pacarnya.
Meski tak
semua begitu, namun setidaknya hal tersebut merupakan fenomena yang sering kita
temui dalam keseharian remaja dewasa ini.
Berikut ini
merupakan dampak positif dan negatif yang saya kutip dari wartawarga.gunadarma.ac.id (2012)
:
1. Prestasi Sekolah
1. Prestasi Sekolah
Bisa
meningkat atau menurun. Di dalam hubungan pacaran pasti ada suatu permasalahan
yang dapat membuat pasangan tersebut bertengkar. Dampak dari pertengkaran itu
dapat mempengaruhi prestasi mereka di sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan
dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka.
2.
Pergaulan Sosial
Pergaulan
bisa tambah meluas atau menyempit. Pergaulan tambah meluas, jika pola interaksi
dalam peran hanya berkegiatan berdua, tetapi banyak melibatkan interaksi dengan
orang lainnya (saudara, teman, keluarga, dan lain-lain).
Pergaulan
tambah menyempit, jika sang pacar membatasi pergaulan dengan yang lain (tidak
boleh bergaul dengan yang lain selain dengan aku).
3.
Mengisi Waktu Luang
Bisa
tambah bervariatis atau justra malah terbatas. Umumnya, aktivitas pacaran tidak
produktif (ngobrol, nonton, makan, dan sebagainya), namun dapat menjadi
produktif, jika kegiatan pacaran diisi dengan hal-hal seperti olah raga
bersama, berkebun, memelihara binatang, dan sebagainya.
4.
Keterkaitan Pacaran dengan Seks
Pacaran
mendorong remaja untuk merasa aman dan nyaman. Salah satunya adalah dengan
kedekatan atau keintiman fisik. Mungkin awalnya memang sebagai tanda atau
ungkapan kasih sayang, tapi pada umunya akan sulit membedakan rasa sayang dan
nafsu. Karena itu perlu upaya kuat untuk saling membatasi diri agar tidak
melakukan kemesraan yang berlebihan.
5.
Penuh Masalah Sehingga Berakibat Stres
Hubungan
dengan pacar tentu saja tidak semulus diduga, jadi pasti banyak terjadi masalah
dalam hubungan ini. Jika remaja belum siap punya tujuan dan komitman yang jelas
dalam memulai pacaran, maka akan memudahkan ia stres dan frustasi jika tidak
mampu mengatasi masalahnya.
6.
Kebebasan Pribadi Berkurang
Interaksi
yang terjadi dalam pacaran menyebabkan ruang dan waktu untuk pribadi menjadi
lebih terbatas, karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk berduaan dengan
pacar.
7.
Perasaan Aman, Tenang, Nyaman, dan Terlindung
Hubungan
emosional (saling mengasihi, menyayangi, dan menghormati) yang terbentuk ke
dalam pacaran dapat menimbulkan perasaan aman, nyaman, dan terlindungi.
Perasaan seperti ini dalam kadar tertentu dapat membuat seseorang menjadi
bahagia, menikmati hidup, dan menjadi situasi yang kondusif baginya melakukan
hal-hal positif
Terlepas dari
setuju atau tidaknya anda terhadap pacaran, semua kembali kepada diri kita
masing-masing karena hidup merupakan sebuah pilihan. Tak ada pilihan yang salah
karena semua memiliki konsekuensi masing. Namun, pilihan yang terbaik adalah
pilihan yang mempunyai dasar yang kuat baik dari segi hukum, moral, agama dan
lainnya. Pilihan yang terburuk adalah pilihan yang hanya berdasar pada nafsu
belaka.